Selamat Datang di Masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia
Home » » Maling, Otakmu Kau Tinggal Dimana . . .?

Maling, Otakmu Kau Tinggal Dimana . . .?

Written By Abul almaududi on Sabtu, Maret 31, 2012 | 3/31/2012

"Maling, Otakmu Kau Tinggal Dimana?"
*Vivi Isniawati

Ini bukan tentangku, tapi tentang temanku. Kau mau tau kenapa? Hari ini dia kehilangan sesuatu!
“Kehilangan mah biasa”
Oke, Yang hilang adalah Laptop 14 inc!
“sudah sering”
Laptop yang mungkin berisi file-file hasil jerih payahnya mengejar dateline tugas!
“Emang urusan Gue”
Dan yang terpenting, hilangnya karena DICURI dan itu terjadi di MASJID.
Sekali lagi, di M-A-S-J-I-D!
……
Kenapa? Kau masih mau bilang kalau itu masalah dia. Oke, itu memang bukan urusanku. TAPI AKU PEDULI!!!
Masjid, tempat dimana seharusnya kau bisa memakai sedikit lebih banyak otakmu untuk memikirkan setiap tindakan yang akan kau perbuat. Minimal tunjukkanlah rasa “pekewuhmu” pada Si Empunya rumah, atau setidaknya tunjukkanlah jika kau adalah seorang manusia yang memiliki isi kepala yang waras.


Sebagai manusia yang bijak bestari, bahkan masih mengingat pencipta-Nya, buktinya itu kau ke Masjid toh, apa kau tidak mau mencoba sedikiiiit saja merenungi tentang apa yang kau lakukan itu. Masih ingat sebuah pepatah yang biasanya ditenarkan pas jaman-jaman kita SD, atau kau tak pernah sekolah ya? Yang bunyinya “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga”. Bingung apa hubungannya dengan kelakuanmu? Sini tak jelasin.

Tau tidak kenapa jika kau melakukan kesalahan pada seorang gadis, dan ternyata gadis itu hamil tanpa sebelumnya kau ijab sah menjadikannya aib yang SANGAT bagi keluarganya?
Ya, karena akan hancurlah segala silsilah keluarganya, dari keturunan sebelumnya juga nanti anak cucunya. Karena kelakuanmu, buyutnya yang sudah tenang disanapun bisa saja tersebut-sebut namanya. Juga sampai nanti ketika anaknya telah tumbuh dewasa, pandangan masyarakat akan ‘tetap’ tentangnya. Kasihan bukan, mereka yang tak tahu apa-apa harus menanggung beban atas ulahmu. Sadarkah jika banyak sekali yang kau dzolimi, si gadis, si buyut, si anak, si keluarga…. Si.. si..

Nah, begitupun tentang ini. Saat rumah Allah kau jadikan tempat operasi, Ck.. benar-benar keterlaluan kau itu. Aku setuju dengan temanku yang menyebut orang-orang macam kalian itu sebagai “setan manusia”. Kenapa tidak? Kau tau apa dampak atas perbuatanmu yang aku tak peduli apa-alasan-di-baliknya itu?

Yang pasti kau mendzolimi si pemilik laptop, orang tua yang merelakan uangnya (yang mungkin dicari dengan susah payah) untuk membeli laptop tersebut, teman-temannya, bayangkan jika banyak sekali konsep dan tugas yang dikerjakannya secara berkelompok. Para Dosen yang harus bersabar jika ternyata tugas tak bisa tepat waktu. Kau juga mendzolimi Satpam Masjid, dengan mencoreng wajah mereka sebagai orang yang gagal dalam tugasnya. Juga (sangat) mendzolimi para takmir a.k.a pengurus masjid. Kau tau seberapa keras mereka mengusahakan agar kau dan jamaah lain nyaman di masjid ini, Hah? Tapi semudah itu kau sematkan tittle “TAK BECUS” atas kerja mereka yang tak kenal lelah itu. Selain itu kau juga dzolim pada jamaah-jamaah lain dengan rasa takut saat beribadah. Dan Allah benci pada mereka yang mengganggu kekhusukan. Kau juga sudah membuat “citra” masjid yang mulia itu tercoreng dengan rasa ‘tak amannya’. Dan ini juga berlaku untukmu wahai maling-maling sandal.

Apa kau bilang? Banyak? Akh..Tenanglah, yang kutulis ini jelas jauh terlihat lebih sedikit dan sederhana dibanding faktanya.

Atau..Ooh begitu, Kau masih tak peduli? Ya sudahlah, berbicara dengan orang bebal memang sedikit sulit. Toh juga di akhirat nanti, kau hancur-gosong-tersiksa digodam malaikatpun juga bukan urusanku. Oh iya, aku tak yakin orang sepertimu percaya akhirat. Jadi bagaimana kalau redaksinya diganti begini, di dunia hidupmu tak tenang, anak cucumu tak beres, rezekimu tersangkut-sangkut, sosialmu mengkhawatirkan dan kau melarat karena ulahmupun JUGA BUKAN URUSAN KAMI.
Maaf Kawan, bukannya aku menakut-nakuti, Akupun bukan orang baik, tapi menurutku kau hanya terlalu berani berurusan dirumah-Nya.

Teruntuk maling-maling kecil yang sedang menuju jalan kegelapan.
Salam penuh rasa kasihan
Vivi Isniawati
Staff Div. Sarana Prasarana
Masjid Ulil Albab Universitas Islam Indonesia
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !




Ikut Kajian ! ! !

Download Brosure



Informasi Jadwal Kajian & Pelatihan

1. Kajian Aqidah
Bersama Ust. Abdussalam Busyro
Setiap Hari Selasa (*pekan ganjil) Ba'da Maghrib

2. Kajian Pendidikan dalam Islam
Bersama Ust. Fatan Fantastic
Setiap Hari Selasa (*pekan genap) Ba'da Maghrib

3.
Kajian Tafsir Al-Qur'an
Kitab Al-Muyassar
Bersama Ust. Suprianto Pasir, M.Ag
Setiap Hari Rabu Ba'da Maghrib

4. Kajian Tafsir Juz Amma
Bersama Ust. Okrisal Eka Putra, Lc
Setiap Hari Kamis Ba'da Maghrib

5. Kajian Akhlak
Bersama Ust. Abu Abdirrohman
Setiap Hari Jum'at Ba'da Maghrib

6. Pelatihan Tilawatil Qur'an
Bersama Ust. Ngaliman (Qori' Nasional)
Setiap Hari Sabtu Ba'da Maghrib

7. Pelatihan Adzan
Bersama Alumni TMUA UII
Setiap Hari Sabtu & Ahad Ba'da Shubuh


 
Support : Creating Website | Forum Berbagi | Ulil Albab UII
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. : Ulil Albab Cahaya UII : - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Forum Berbagi